Lasem, Jawa Tengah — Dosen Prodi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka, Siti Utami Dewi Ningrum, S.S., M.A., berkontribusi dalam pelestarian kawasan heritage Lasem melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Jambore Riset Lasem 2026 sekaligus pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemberdayaan Komunitas dalam Pelestarian Kawasan Heritage Lasem melalui Edukasi, Pemetaan, dan Pendampingan Berkelanjutan” yang dilaksanakan bersama Yayasan Lasem Heritage. Keterlibatan ini menjadi bagian dari implementasi nyata kerja sama kelembagaan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara FKIP Universitas Terbuka dan Yayasan Lasem Heritage dalam bidang riset, pendidikan, dan pengabdian berbasis pelestarian budaya lokal.

Gambar 1: Serah terima IA dan kenang-kenangan FKIP UT-Yayasan Lasem Heritage
Jambore Riset Lasem yang berlangsung pada tanggal 5–8 Februari 2026 merupakan forum kolaborasi riset multidisipliner yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta komunitas budaya untuk melakukan penelitian lapangan berbasis komunitas di kawasan cagar budaya Lasem. Rangkaian kegiatan meliputi observasi lapangan, workshop akademik, diskusi penajaman riset, walking tour tematik, pengolahan data, serta pendampingan penulisan artikel ilmiah menuju publikasi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional dan lokal, di antaranya Mahandis Yoanata Thamrin (Managing Editor National Geographic Indonesia), Affan Martadi, A.P., M.Si. (Kepala Bappeda Kabupaten Rembang), Prof. Usep Suhud, Ph.D. (Universitas Negeri Jakarta), serta para pegiat heritage dan budayawan Lasem seperti Agni Malagina, Baskoro Budi Darmawan, Gilang Surya Saputra, dan Danang Swastika. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 56 peserta dari berbagai universitas, lembaga penelitian, praktisi independen, dan komunitas lintas disiplin.
Dalam konteks riset, Siti Utami Dewi Ningrum meneliti peran komunitas dalam menarasikan sejarah Lasem, dengan fokus pada bagaimana komunitas lokal dan pegiat budaya membangun narasi sejarah melalui praktik keseharian, eksplorasi ruang, serta storytelling berbasis pengalaman. Pendekatan ini menegaskan bahwa sejarah lokal tidak hanya diproduksi melalui institusi formal, tetapi juga melalui praktik sosial komunitas yang hidup dan terus berkembang.

Gambar 2: Peserta Jambore Riset Lasem 2026
Sejalan dengan kegiatan riset tersebut, Siti Utami Dewi Ningrum juga terlibat dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Yayasan Lasem Heritage bersama tim multidisiplin yang terdiri dari akademisi, praktisi museum, dan komunitas, yaitu Fiska Hidayat (Politeknik Negeri Pontianak), Sumaiyah Fitrian Dini (Universitas Gunadarma), Widiyani (Mapping Skena Lasem), Cita Yusticia (Universitas Negeri Surabaya), Fitria Ulfah (Universitas Islam Bandung), serta Marry Marsela (Museum Bank Indonesia). Program ini berfokus pada pengelolaan koleksi cetakan kue tradisional yang merupakan hibah kolega Yayasan Lasem Heritage dan direncanakan menjadi bagian dari pameran sejarah lokal.
Related Posts
Seminar FKIP Universitas Terbuka Kuatkan Strategi Akademik di Era Society 6.0 Lewat Semangat “Spirit of Okinawa”
Tangerang Selatan, 22 Oktober 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas…